Nina belum dapat kuliah karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Nina memahami keadaan orang tuanya dan hanya meminta didoakan agar ia mendapatkan yang terbaik. Suatu kali, Nina menemukan foto neneknya dan menanyakan seperti apa kehidupan neneknya dahulu. Ternyata neneknya adalah salah satu perawat yang diandalkan pada zaman penjajahan. Kisah neneknya menginspirasinya untuk mengabdikan diri di dunia kesehatan dan mendaftar kuliah di bidang itu. Nina kemudian mencari kampus yang menyediakan beasiswa dan menuliskan kisah neneknya yang menginspirasinya pada pernyataan pribadi untuk melamar beasiswa. Dengan pertolongan Tuhan, Nina berhasil diterima di beberapa perguruan tinggi ternama dengan memperoleh beasiswa.
Selain warisan material, setiap keluarga juga memiliki warisan nonmaterial. Warisan itu berupa budaya, falsafah, keyakinan, atau bahkan cerita leluhur. Ketika umat Israel selesai membangun tembok Yerusalem, hal berikutnya yang mereka lakukan adalah memulihkan kembali ingatan akan warisan nonmaterial dengan membaca Taurat. Hal itu dilakukan para pemimpin Israel karena mereka yakin bahwa yang membuat Israel menjadi bangsa yang besar bukanlah temboknya yang kokoh atau teritorinya yang kembali berpenduduk, melainkan kisah-kisah tentang jati diri sebagai umat TUHAN. Kisah-kisah itu membuat mereka dapat bertahan dalam penderitaan, selalu menyatu di mana pun mereka berada, bahkan terus bersemangat untuk membangun negeri.
Teens, warisan material dalam keluarga adalah hal yang berharga, demikian pula warisan nonmaterial. Ada banyak warisan budaya, keyakinan, dan kisah-kisah para pendahulumu sebagai warisan nonmaterial yang dapat mengantarmu mengenal diri sendiri dan menemukan tujuan hidupmu.
