Pernah nggak sih, kamu merasa 24 jam itu kurang? Tugas numpuk, jadwal padat, waktu santai hilang, dan akhirnya menjadi stress. Kalau bisa sehari ada 30 jam. Jadi nggak ada alasan berkata, “Aduh, aku nggak sempat!” Namun, pertanyaannya, benarkah kita tidak punya waktu, atau kita yang tidak bisa mengelola waktu?
Waktu adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, dan kita bertanggung jawab untuk mengelolanya. Oleh karena itu, Rasul Paulus dalam Efesus 5:15–16 mengingatkan kita agar mempergunakan waktu yang ada, karena hari-hari ini jahat. Maksudnya, dunia ini penuh dengan hal-hal yang dapat menyita waktu kita, mengalihkan fokus, dan membuat kita lupa pada hal-hal yang benar-benar penting. Mengelola waktu berarti menentukan prioritas. Pilihlah mana yang benar-benar penting dan mana yang hanya keinginan sesaat. Mengelola waktu juga berarti disiplin terhadap jadwal. Orang yang sukses bukanlah orang yang paling pintar, melainkan orang yang paling tahu bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik. Yang tak kalah penting, mengelola waktu berarti belajar berkata “tidak”. Terkadang, kita perlu menolak ajakan yang menyenangkan demi melakukan tanggung jawab yang lebih penting. Ini bukan berarti kita menjadi an-sos, tetapi berarti kita tahu apa yang harus dikerjakan lebih dahulu.
Tuhan memberi kita waktu sebagai anugerah, dan bagaimana kita mengelolanya adalah tanggung jawab kita. Belajar mengatur waktu sejak muda akan menolong kita menjadi pribadi yang tertib, bijaksana, dan siap dipakai Tuhan. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan berikan kepadamu, sebab tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama. Kelola dan gunakanlah waktu yang Tuhan berikan kepadamu dengan berhikmat.
