Pernah nggak kamu merasa pusing karena banyak sekali tugas sekolah dan ujian? Rasanya hidup ini hanya seputar buku pelajaran. Namun, ternyata ada satu buku yang justru sering kita lupakan, yaitu Alkitab. Padahal, buku ini bukan hanya penting, tetapi juga dapat menjadi penuntun hidup yang jauh lebih luas dan dalam daripada sekadar mata pelajaran di sekolah. Coba bayangkan. Kamu memiliki peta, tetapi sedang berada di kota besar dengan rute yang sangat rumit. Kamu melihat peta itu hanya sekilas. Kamu malah lebih memercayai instingmu, dan akhirnya kamu tersesat. Begitulah hidup jika kita hanya mengandalkan ilmu dunia, tetapi nggak mau membuka dan belajar dari Alkitab. Kita bisa tersesat meskipun merasa “pintar”.
Alkitab bukan hanya buku sejarah atau kumpulan cerita. Menurut 2 Timotius 3, Alkitab memiliki banyak manfaat. Pertama, untuk mengajar: mengajarkan nilai hidup, kasih, pengampunan, bahkan cara mengambil keputusan yang benar. Kedua, untuk menyatakan kesalahan: bukan untuk menghakimi, tetapi agar kita sadar dan dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ketiga, untuk memperbaiki kelakuan: Alkitab membentuk karakter kita agar serupa dengan Kristus. Keempat, untuk mendidik dalam kebenaran: agar hidup kita memiliki arah dan tujuan yang benar kepada Tuhan.
Teens, kita tidak boleh hanya pintar. Kita harus pintar dan berhikmat. Sebab, pintar berkaitan dengan kemampuan berpikir, tetapi hikmat berkaitan dengan hati dan pikiran yang mau dibentuk oleh Tuhan. Hikmat salah satunya datang dari belajar firman Tuhan di dalam Alkitab. Tuhan Yesus juga belajar dari Kitab Suci. Saat Ia dicobai Iblis, Ia menjawab berdasarkan Kitab Suci. Ia tidak memakai logika dunia, melainkan mengandalkan firman yang Ia baca dan hidupi.
