Sejarah mencatat, kekristenan pernah mengalami banyak penghambatan. Pada masa Kekaisaran Romawi, orang-orang Kristen dianiaya, ditangkap, bahkan dibunuh karena iman mereka. Ibadah dilakukan secara rahasia di katakombe atau tempat tersembunyi. Dalam pemikiran manusia, kekristenan akan lenyap karena tekanan yang begitu besar. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Kekristenan terus bertumbuh. Semakin ditekan, semakin banyak orang yang percaya. Hal ini menunjukkan bahwa penyembahan kepada Tuhan tidak mudah dihentikan oleh keadaan.
Teks Alkitab kita memperlihatkan bahwa kematian Habel, representasi orang yang persembahannya berkenan kepada Allah, tidak menghentikan keberadaan orang yang hidup berkenan kepada TUHAN. Habel memang mati, tetapi TUHAN tidak membiarkan garis penyembah-Nya terputus. Ia menganugerahkan Set kepada Adam dan Hawa sebagai pengganti Habel. Dari keturunan Set inilah kemudian muncul generasi yang mulai memanggil nama TUHAN. Melalui keturunan Set, umat manusia mulai beribadah kepada TUHAN. Dalam ibadah ini, persembahan yang semula menjadi sumber permusuhan yang hebat tidak lagi dipermasalahkan. Hasil pertanian dan ternak sama-sama dipersembahkan dan berkenan bagi TUHAN.
Teens, mungkin kita menghadapi tantangan, seperti diejek karena percaya kepada Tuhan atau tergoda untuk tidak taat. Namun, ingatlah bahwa kita adalah bagian dari generasi penyembah Tuhan yang terus dipelihara-Nya. Sekalipun ada hambatan, tetaplah setia. Sejak dahulu hingga sekarang, Tuhan selalu menjaga agar penyembahan kepada-Nya tetap hidup melalui orang-orang yang setia kepada-Nya. Tetaplah taat, beriman teguh, dan tidak mudah menyerah terhadap tekanan dunia.
