Sebuah pameran lukisan digelar di Yogyakarta. Sejumlah pelukis memamerkan hasil karya mereka. Di salah satu sudut, terdapat karya seorang pelukis. Menariknya, pelukis ini selalu melukis tubuh manusia tanpa wajah yang jelas. Wajahnya kadang samar, berupa coretan yang tidak jelas, atau bahkan dibiarkan kosong tanpa warna yang selaras dengan tubuh. Orang yang melihatnya pasti bertanya, mengapa tidak ada wajahnya?
Â
Sahabat Senior, pemazmur mengajak umat untuk mencari wajah TUHAN. Ajakan ini bukan berarti bahwa wajah TUHAN tidak ada. Ini adalah bahasa kiasan. âWajah TUHANâ berarti kehadiran TUHAN. Manusia perlu mencari wajah TUHAN karena manusia itu rapuh. Manusia membutuhkan kehadiran TUHAN yang memberi kekuatan kepadanya. Itulah sebabnya pemazmur mengaitkan antara kekuatan TUHAN dan mencari wajah-Nya. Pengalaman pemazmur, juga pengalaman para pendahulu, menunjukkan bahwa kehadiran TUHAN membawa umat pada kelepasan yang menghadirkan sukacita.
Â
Kerapuhan merupakan bagian dari hidup manusia. Semakin kita lanjut usia, semakin kita merasakan kerapuhan itu. Penglihatan semakin berkurang dan tubuh semakin lemah. Di tengah kerapuhan itu, kita perlu ingat bahwa kekuatan manusia terletak pada kesediaannya mendasarkan hidup pada sumber kekuatan sejati, yaitu Tuhan.
DOA:
Tuhan, Engkau adalah Sumber perlindungan dan Penghiburan kami. Di kala pergumulan dan beban hidup datang, Engkau selalu mendekap dan menopang kami. Terima kasih, Tuhan. Amin.
