Sebuah kerajaan memiliki pemimpin yang disebut raja. Ada raja yang bijaksana dan adil, tetapi ada pula yang sebaliknya. Raja yang baik tentu diharapkan dapat terus memimpin. Namun, betapa pun hebatnya seorang raja, ia tetap memiliki keterbatasan. Tidak ada raja yang dapat memerintah selama-lamanya. Ketika ia tutup usia, ada raja baru yang harus menggantikannya. Demikianlah hal itu terjadi secara silih berganti. Satu-satunya raja yang kekuasaannya tidak dibatasi oleh apa pun adalah Raja Surgawi.
Mazmur 99 merupakan puji-pujian yang meninggikan TUHAN sebagai Raja yang kudus dan adil. Pemazmur menyatakan bahwa TUHAN bersemayam di atas kerubim dan memerintah dengan keadilan. Ia adalah TUHAN yang menghukum, tetapi juga mengampuni. Pemazmur menyebutkan ungkapan “kuduslah Dia” sebanyak tiga kali untuk menegaskan kesucian-Nya yang sempurna.
Sahabat Senior, ketika masih aktif bekerja, kita mungkin berperan sebagai pemimpin. Namun, saat memasuki masa pensiun, tidak jarang kita justru dipimpin oleh mereka yang lebih muda. Jika mereka bijaksana, kita merasa tenang, tetapi jika sebaliknya, kita dapat merasa cemas. Sekalipun demikian, kita perlu mengingat bahwa ada pemimpin yang tidak pernah berubah, yaitu Tuhan, Allah kita yang kudus. Kepada-Nya kita dapat bersandar.
DOA:
Ya Tuhan, kami percaya sekalipun dunia berubah,Engkau tidak berubah. Kasih dan kuasa-Mu kekal selamanya. Amin.
