Sebagai aparat penegak hukum, Bapak Anto sangat menyadari tekanan berat yang harus dihadapinya ketika ia memilih untuk menyampaikan suara kebenaran. Ia menghayati panggilan tugasnya seperti seorang nabi Tuhan yang harus menempuh jalan penuh risiko, berhadapan dengan ancaman dan penolakan.
Bacaan hari ini merupakan bagian dari kisah tentang penganiayaan terhadap para nabi TUHAN pada masa pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda yang dikenal karena kejahatannya serta penolakannya terhadap firman TUHAN. Nabi Yeremia bernubuat tentang kehancuran Yerusalem apabila bangsa itu tidak bertobat dan kembali kepada TUHAN. Nubuat tersebut menimbulkan kemarahan raja, para pemimpin, dan rakyat, sehingga mereka berusaha membunuh Yeremia. Namun, Yeremia diselamatkan oleh Ahikam bin Safan, seorang pejabat berpengaruh yang masih menghormati firman TUHAN. Sementara itu, Uria bin Semaya, seorang nabi yang menyampaikan nubuat serupa, harus mengalami nasib tragis. Ketika ia melarikan diri ke Mesir, ia ditangkap dan kemudian dibunuh. Sekalipun Uria mati, pesan TUHAN tidak pernah berhenti, melainkan terus disampaikan melalui Yeremia.
Sahabat Senior, menyampaikan hal yang benar dan bertindak benar memang sering kali terasa sulit. Namun, kita harus tetap teguh pada kebenaran. Tuhan akan menolong kita.
DOA:
Tuhan, pakailah kami untuk menyampaikan pesan kebenaran sebagai suara kenabian. Amin.
