Seorang nenek berusia delapan puluh tahun duduk di taman bersama cicitnya yang masih kecil. Dengan penuh semangat, si kecil menunjuk ke langit dan berkata, “Lihat! Ada bintang!” Sang nenek tersenyum, mengingat masa mudanya ketika ia sering memandang langit dan merasa begitu kecil di hadapan kebesaran alam semesta. Kini ia menyadari bahwa, meskipun tubuhnya semakin lemah, Tuhan tetap peduli dan mengasihinya. Dengan lembut ia berkata, “Tuhan yang menciptakan bintang- bintang adalah Tuhan yang menciptakan kita.”
Mazmur 8 merupakan pujian Daud kepada TUHAN Yang Mahabesar. Ketika Daud memandang ke langit, ia melihat bulan dan bintang-bintang yang terbentang luas. Ia dibuat takjub oleh keagungan karya TUHAN. Namun, yang lebih menakjubkan adalah kenyataan bahwa TUHAN yang begitu besar justru peduli kepada manusia yang kecil dan rapuh. Bahkan, TUHAN memercayakan manusia untuk mengelola seluruh ciptaan-Nya.
Sahabat Senior, di masa tua ketika kekuatan fisik semakin berkurang, mungkin seseorang merasa tidak lagi berguna. Namun, Mazmur ini menyampaikan kebenaran yang sangat berharga: nilai hidup kita tidak ditentukan oleh apa yang mampu kita lakukan. Kita berharga karena Tuhan sendirilah yang menciptakan kita. Ia mengingat dan mengasihi kita, dan kasih-Nya tidak dapat dibatalkan hanya karena kerapuhan kita.
DOA:
Terima kasih, Tuhan. Kasih-Mu membuat hidup kami berharga. Bahkan dalam kerapuhan kami, kami tetap merasakan kasih-Mu.Amin
