Bayangkan hidup bagaikan sebuah lukisan besar. Masa muda adalah warna-warna cerah yang penuh semangat. Masa bekerja dipenuhi goresan-goresan kuat yang membentuk karakter. Pada usia lanjut, Tuhan menambahkan warna-warna lembut, bayangan, dan pencahayaan yang menyempurnakan karya tersebut. Mungkin goresannya tidak lagi sekuat dahulu, tetapi justru semakin dalam dan sarat makna.
Mazmur 104 merupakan nyanyian kekaguman akan ciptaan TUHAN. Pemazmur memandang betapa luas dan ajaib karya TUHAN, mulai dari gunung dan lembah, matahari dan bulan, hingga laut beserta segala makhluk di dalamnya. Semuanya berfungsi dengan teratur karena hikmat TUHAN. Seluruh ciptaan bergantung kepada-Nya. Tanpa TUHAN, tidak satu pun dapat bertahan. Menariknya, manusia adalah bagian dari simfoni karya Allah yang indah itu. Seperti dalam sebuah lukisan agung, manusia hadir di dalamnya, dan Sang Pelukis adalah Sang Pencipta Mahabesar. Oleh sebab itu, benar jika pemazmur berkata bahwa ia akan memuji TUHAN sepanjang hidupnya.
Sahabat Senior, setiap hari kita masih dapat menyaksikan matahari terbit, menghirup udara segar, serta mendengarkan kicauan burung. Semua itu merupakan rahmat Allah yang besar bagi kita. Itulah sebabnya, dalam setiap tarikan napas, patutlah kita berkata: Tuhan itu baik!
DOA:
Tuhan, kami bersyukur atas kebaikan-Mu dalam hidup kami.Kami mau menjadi saksi kebaikan-Mu. Amin.
