Banyak orang yang hidup berkecukupan secara materi, tetapi tetap merasakan kehampaan dalam hidupnya. Kemajuan teknologi telah membuat banyak aspek kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Namun, kemudahan tersebut tidak serta-merta membuat hidup menjadi lebih bermakna. Setiap orang tetap membutuhkan hikmat untuk memilih apa yang baik dan benar dalam hidup ini.
Kitab Amsal berisi kumpulan nasihat hikmat yang menuntun manusia dalam menjalani kehidupan. Kitab ini memberikan pengajaran agar manusia hidup dengan bijaksana, memiliki takut akan TUHAN, serta berjalan di jalan yang benar. Amsal pasal 3 secara khusus memuat nasihat seorang orangtua kepada anaknya untuk sungguh-sungguh mencari hikmat dan mengandalkan TUHAN dalam segala hal. Mencari hikmat dipandang jauh lebih penting daripada sekadar mengejar harta duniawi. Dalam konteks Israel kuno, kekayaan seperti emas dan perak merupakan tanda kemakmuran dan keberhasilan hidup. Namun demikian, hikmat dinyatakan jauh lebih berharga daripada semua kekayaan tersebut. Hikmat sejati berasal dari TUHAN dan tidak dapat diukur dengan nilai materi apa pun.
Sahabat Senior, sesungguhnya kebahagiaan sejati bukanlah berasal dari harta, tetapi tentang memiliki hikmat dalam menjalani kehidupan. Hidup dalam hikmat berarti hidup dalam tuntunan firman Tuhan. Hikmat Tuhan membawa kedamaian dan sukacita sejati.
DOA:
Tuhan, kiranya hikmat-Mu menuntun setiap langkah kami agar kami dapat mengalami damai dan sukacita sejati di dalam Engkau. Amin.
