Film Bruce Almighty bercerita tentang Bruce Nolan, seorang reporter televisi yang merasa hidupnya selalu sial. Ia memprotes Tuhan karena menganggap-Nya tidak adil dalam mengatur kehidupannya. Suatu hari, ia bertemu Tuhan secara langsung. Bruce kemudian diberi kuasa seperti Tuhan selama satu minggu. Ia memperoleh kesempatan untuk menunjukkan bagaimana caranya mengatur dunia. Namun, apa yang terjadi? Dunia justru menjadi kacau. Ternyata, menjadi Tuhan bukanlah perkara mudah.
Ayub adalah seorang yang benar, tetapi ia mengalami penderitaan yang sangat berat. Dalam kondisi tersebut, Ayub mulai mempertanyakan keadilan dan hikmat TUHAN. Akhirnya, TUHAN menjawab Ayub dari dalam badai dengan sebuah pembelaan yang mengejutkan. TUHAN tidak menjelaskan secara rinci alasan penderitaan Ayub. Sebaliknya, Ia mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang menggugah hati: “Di manakah engkau ketika Aku menciptakan dunia?” dan “Dapatkah engkau mengatur lautan?” Hikmat TUHAN sungguh melampaui pemahaman manusia.
Sahabat Senior, apakah kita bersedia memercayai Dia di tengah situasi yang tidak dapat kita mengerti? Apakah kita tetap setia meskipun keadaan menjadi sangat sulit? Kisah Ayub memang berakhir dengan kebahagiaan, sementara kisah hidup kita belum selesai. Oleh karena itu, bersabarlah dan tetaplah berharap kepada Tuhan.
DOA:
Tuhan, sekalipun tak semua hal dapat kami pahami dalam hidup ini, kami mau tetap percaya bahwa Engkau baik. Amin.
