Seorang kakek menanam bibit mangga dan merawatnya dengan penuh kasih. Temannya menertawakannya dan berkata, “Berapa lama lagi kamu bisa hidup? Siapa yang akan merawatnya jika kamu sudah meninggal? Jangan-jangan kamu bahkan tidak sempat menikmati buahnya!” Kakek itu menjawab, “Tidak masalah. Aku menanam benih ini karena percaya bahwa anak cucuku dapat melanjutkan perawatannya. Kelak, merekalah yang akan menikmatinya.”
Elia tidak mati, melainkan ia diangkat ke surga. Meskipun demikian, pekerjaan TUHAN belumlah selesai. Elisa melanjutkan pelayanan tersebut. Jubah Elia yang jatuh bukan sekadar pakaian, melainkan simbol warisan panggilan dan kuasa Allah yang terus berlanjut. Elisa tidak hanya menerima jubah itu secara fisik, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk meneruskan karya Allah. Ketika Elisa mengenakan jubah Elia dan memukulkannya ke air, ia menunjukkan keyakinannya bahwa Allah yang disembah Elia adalah Allah yang sama yang menyertainya pada saat itu.
Sahabat Senior, masa pensiun bukanlah akhir dari segalanya. Justru, masa ini menjadi waktu yang penting untuk menyerahkan warisan rohani dan tongkat estafet kehidupan kepada generasi berikutnya. Apa yang ditanam melalui doa, nasihat, dan teladan hidup akan terus berlanjut bahkan berbuah.
DOA:
Bimbinglah kami, ya Tuhan, untuk meninggalkan warisan rohani yang tidak dapat lenyap agar kami dapat menyiapkan tongkat estafet kehidupan sebaik-baiknya. Amin.
