Meskipun bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Belanda tidak tinggal diam menyaksikan Indonesia merdeka. Mereka ingin agar Indonesia kembali dikuasai dan dijajah. Oleh sebab itu, muncul perjanjian Linggarjati (1947), perjanjian Renville (1948), perjanjian Roem-Royen (1949), dan Konferensi Meja Bundar (1949) yang memperlihatkan usaha Belanda untuk merebut kemerdekaan Indonesia.
Usaha Belanda dalam konteks tersebut menjadi gambaran bagaimana penjajah ingin mengambil kembali kemerdekaan yang telah dimiliki Indonesia. Demikian pula dengan status anak-anak Tuhan dalam bacaan kita. Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, memperlihatkan bahwa orang-orang Kristen adalah mereka yang sudah dimerdekakan dari kuasa dosa. Dalam Galatia 5:1, Paulus menekankan bahwa Kristus telah memerdekakan kita dari kuasa dosa dan maut. Meski demikian, kuasa dosa ingin agar anak-anak Tuhan kembali diperhamba dan dikuasai oleh dosa. Dengan demikian, Paulus menegaskan agar kita jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan dari dosa, melainkan terus hidup di dalam Kristus. Hal ini ditunjukkan dengan hidup sesuai dengan ajaran Kristus.
Youth, dalam kehidupan ini, dosa acapkali menggoda kita. Dosa berusaha menjauhkan kita dari kebenaran firman Tuhan dan menguasai hidup kita. Oleh sebab itu, hari ini kita diingatkan bahwa kita telah dimerdekakan di dalam Kristus. Melalui status inilah, kita diingatkan untuk tidak lagi takluk terhadap kuasa dosa, terus setia mengikut-Nya, hidup benar, dan menyenangkan Tuhan.
- Siapa yang telah memerdekakan orang percaya dari kuasa dosa?
- Bagaimana kita menjaga diri untuk tidak takluk dalam kuasa dosa?
Pokok Doa: Kesetiaan untuk terus mengikut Tuhan.
