Saat kamu sedang menonton pertandingan sepak bola, hingga menit ke-80 tim favoritmu tertinggal 0-2. Semua orang mulai pesimis, tetapi sang pelatih tetap tenang dan menjalankan strateginya. Waktu terus berjalan, dan menjelang akhir pertandingan, timmu mencetak tiga gol dan meraih kemenangan. Semua orang pun sadar bahwa pelatih itu tahu apa yang ia lakukan. Sang pelatih tidak panik karena dia mengendalikan permainan.
Mazmur 33:1-12 berisi nyanyian pujian yang mengingatkan umat untuk bersukacita dalam TUHAN. Bukan karena hidup selalu mudah, melainkan karena TUHAN berdaulat atas dunia dan bangsa-bangsa. TUHAN menggagalkan rencana pihak lain yang hendak mencelakakan. Bangsa atau setiap pribadi yang menyerahkan hidupnya kepada TUHAN akan tetap hidup dalam berkat dan pengharapan, bahkan ketika dunia sedang tidak baik-baik saja.
Youth, dalam kehidupan ini, kita sering kali merasa tertinggal dalam merespons betapa cepatnya zaman bergulir, atau merasa galau pada masa depan yang terasa tidak pasti. Hal ini bisa membuat kita goyah dan terus-menerus mempertanyakan makna hidup, bahkan menimbulkan keraguan terhadap diri sendiri. Inilah sebabnya kita butuh pegangan yang kokoh. Mazmur 33 mengingatkan bahwa kita memiliki Tuhan Yang Mahatahu dan Maha Melihat. Ia mempunyai rencana yang lebih besar dari kekacauan yang kita rasakan. Ketika kita tahu siapa yang memegang kendali atas hidup kita dan terus berpegang pada-Nya, kita akan menjalani kehidupan dengan lebih berani dan penuh rasa syukur.
- Siapa yang disebut ”berbahagia” menurut Mazmur 33:12?
- Hal apa dalam hidupmu saat ini yang membuatmu merasa tidak tenang atau tidak pasti? Bagaimana caramu mengatasinya?
Pokok Doa: Percaya bahwa Tuhan yang memegang kendali atas hidup.
