Sebelum menjadi salah satu penulis terkaya dan paling terkenal di dunia, J.K. Rowling pernah berada di titik terendah hidupnya. Ia adalah seorang ibu tunggal, tidak punya pekerjaan, dan hidup dari tunjangan pemerintah. Ia menulis naskah Harry Potter di kafe sambil menjaga anaknya. Naskah yang ia tulis dengan susah payah itu tidak langsung diterima oleh penerbit. Sebelum naskahnya diterima dan menjadi suatu karya yang luar biasa, naskah itu ditolak oleh 12 penerbit. Rowling menyadari bahwa masa sulit itu membuatnya tahu siapa dirinya yang sebenarnya, dan bahwa harapanlah yang membuatnya terus menulis.
Mazmur 126 berbicara tentang bagaimana TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya. Mereka berbahagia dan bersukacita. Orang lain pun mengakui bahwa TUHAN telah melakukan hal besar. Setiap orang yang setia menabur pasti akan menuai dengan sukacita. Benih yang mereka tabur dengan susah payah, keringat, dan air mata, akan dituai dengan sorak-sorai. Kesetiaan untuk terus berjuang di masa sulit dan penuh teka-teki membuahkan hasil yang baik.
Youth, hidup ini penuh dengan masa-masa yang sulit. Kita merasa bahwa teka-teki kehidupan yang tanpa ujung ini terasa menyiksa dan mencekik. Terkadang tangis menjadi teman akrab yang mengiringi langkah kita. Meskipun sulit dan selalu berderai air mata, Allah menjanjikan bahwa kita akan menuai apa yang kita tabur. Karena itu, teruslah menabur meski berat, penuh keringat, dan air mata. Percayalah kepada Tuhan, waktu menuai pasti akan datang dengan penuh sorak-sorai.
- Mengapa pemazmur mengingat pekerjaan Tuhan di masa lalu?
- Pernahkah kamu merasa Tuhan terlalu lambat dalam menjawab doamu?
Pokok Doa: Terus percaya pada janji Tuhan.
