Nadia bekerja di sebuah startup dan aktif di media sosial, terutama Instagram dan Tiktok. Setiap hari ia melihat unggahan teman-temannya, ada yang liburan ke luar negeri, ada yang baru membeli mobil, dan ada juga yang pamer produktivitas sambil ngopi cantik di kafe estetik. Nadia merasa termotivasi, lalu mulai mengikuti jejak teman-temannya. Ia bangun lebih pagi agar bisa foto journaling sambil ngopi dan ikut kelas online agar terlihat produktif. Lambat laun Nadia merasa kewalahan. Ia menyadari bahwa selama ini ia hanya sibuk membangun citra, bukan membangun hidupnya. Semua itu membuatnya tertekan dan kehilangan kedamaian.
Mazmur 29 merupakan kesaksian akan kekuatan dan kemuliaan suara TUHAN. Sang pemazmur menggambarkan suara TUHAN seperti petir, badai, dan angin kencang yang bahkan mampu mengguncangkan padang gurun serta mematahkan pohon-pohon besar. Suara-Nya adalah suara yang penuh kuasa, menggetarkan dan tak bisa diabaikan. Pada akhir bacaan ini, sang pemazmur menuliskan bahwa TUHAN memberikan kekuatan dan memberkati dengan damai sejahtera. Ini berarti bahwa suara TUHAN bukan hanya sekadar suara yang penuh kuasa, tetapi juga suara yang mendatangkan ketenangan bagi setiap orang yang mau mendengarkan.
Youth, kita perlu berpegang teguh pada suara Tuhan agar tidak kehilangan damai sejahtera karena terseret arus kehidupan yang muncul di media sosial. Dengan begitu, kita akan tetap kuat dalam menjalani kehidupan di tengah bisingnya dunia ini.
- Apa saja gambaran kekuatan suara Tuhan yang ditulis oleh sang pemazmur?
- Bagaimana caramu tetap mendengarkan suara Tuhan di tengah bisingnya dunia?
Pokok Doa: Berpegang teguh pada suara Tuhan.
