Boni adalah seorang pemuda yang pernah terlibat dalam pergaulan yang buruk: narkoba, minuman keras, dan kehidupan yang liar. Suatu hari, ia mengalami perubahan setelah mengikuti retret rohani. Ia mulai rajin beribadah dan aktif pelayanan di gereja. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena Boni mulai kehilangan semangat. Ia mulai bosan dengan kehidupan barunya yang dianggap kaku dan banyak aturan. Untuk menghilangkan penat, ia mulai mencari kembali teman-temannya yang lama. Pada akhirnya, ia pun kembali kepada gaya hidupnya yang lama.
Dalam 2 Petrus 2:17-22, Petrus memberikan peringatan tentang orang-orang yang mengajarkan ajaran sesat. Mereka digambarkan sebagai “mata air yang kering” dan “kabut yang dihalau topan”. Terlihat seolah memberi harapan dan kebenaran, tetapi sebenarnya kosong dan menyesatkan. Petrus juga menekankan pentingnya pengetahuan akan firman Tuhan. Kita yang telah mengetahui dan merasakan kebenaran firman Tuhan dalam hidup ini, jangan sampai kembali kepada kehidupan lama yang penuh dosa. Sebab, akan lebih baik jika seseorang belum pernah mengenal kebenaran firman Allah, daripada sudah tahu tetapi kemudian berbalik menjauh dari kebenaran itu.
Youth, dunia menawarkan begitu banyak hal praktis dan menyenangkan untuk menarik kita kembali ke kehidupan lama yang penuh dosa dan kesalahan. Namun, kita telah mengenal dan mengalami kasih serta kebenaran Tuhan dalam hidup kita. Karena itu, peliharalah hati kita agar tidak mudah goyah dan tetap tinggal di dalam Dia.
- Bagaimana gambaran guru palsu dalam pasal ini?
- Adakah godaan yang masih mengganggumu untuk hidup di dalam Tuhan?
Pokok Doa: Memelihara hati agar tetap hidup dalam Tuhan.
