Nico adalah orang yang sangat populer di media sosial karena unggahannya berisi ayat-ayat Alkitab, foto-foto pelayanannya di gereja, dan kata-kata motivasi yang ia bagikan setiap hari. Namun, dalam kehidupannya di kampus, Nico bersikap seenaknya sendiri. Ia sering terlambat masuk kelas, kadang tertidur di kelas, dan tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Ia seperti hidup di dua dunia yang berbeda.
Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Tesalonika yang berisi pujian sekaligus peringatan. Paulus memuji mereka karena telah hidup saling mengasihi, bahkan kasih itu telah mereka tunjukkan kepada sesama di seluruh wilayah Makedonia. Namun, Paulus juga mengingatkan agar mereka tidak berpuas diri karena merasa sudah mengasihi. Kasih itu harus terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui sikap hidup mereka.
Youth, terkadang kita bersikap sama seperti Nico. Kita suka menampilkan segala sesuatu yang baik dan luar biasa di media sosial, tetapi kenyataannya kehidupan kita tidak mencerminkan hal tersebut. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa Allah telah lebih dahulu mengasihi kita. Karena itu, kita harus hidup di dalam kasih. Hidup di dalam kasih berarti menunjukkan kasih itu melalui perilaku hidup setiap hari. Percuma kita berkoar-koar tentang kasih atau mengunggah ayat Alkitab setiap hari jika tindakan kita tidak mencerminkan kasih itu. Hidup kita adalah seperti kitab terbuka, siap dibaca oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.
- Apa yang menjadi kritik Rasul Paulus terhadap jemaat di Tesalonika?
- Sudahkah kamu mencerminkan kasih Kristus setiap hari?
Pokok Doa: Hidup mencerminkan kasih melalui perilaku setiap hari.
