Opa Tomy dan Oma Nita tinggal berdua di sebuah rumah kontrakan yang mungil. Kondisi kesehatan mereka tidak terlalu baik. Opa menggunakan kruk karena cedera akibat kecelakaan kerja beberapa tahun lalu, sedangkan oma juga semakin lemah. Mereka memiliki tiga orang anak, yang semuanya sudah meninggalkan Yesus karena pernikahan dengan pasangan berbeda iman. Meski jika tinggal dengan anak-anaknya hidup mereka akan lebih nyaman, Opa Tomy dan Oma Nita memilih hidup sederhana. Mereka tetap percaya pada pemeliharaan kasih Tuhan Yesus.
Sifra dan Pua adalah nama kedua bidan yang diperintahkan Firaun untuk membunuh setiap bayi laki-laki bangsa Israel yang baru lahir. Namun, keduanya memilih melawan perintah itu. Mereka lebih takut akan Allah dan tidak mau melakukan perintah Firaun. Tentu saja, pilihan mereka membawa risiko. Namun, Allah melindungi dan memberkati hidup keduanya.
Sahabat Senior, memilih mengikuti Tuhan Yesus dan melakukan yang benar serta baik bukanlah tanpa risiko. Kadang kita harus menghadapi situasi dan kondisi yang kurang nyaman karena keputusan hidup taat pada firman Allah. Namun, Allah pasti melihat mereka yang setia dan taat berjalan di jalan kebenaran dan kasih-Nya. Perlindungan dan berkat-Nya akan selalu ada dan mencukupi orang yang tetap setia kepada-Nya.
DOA:
Tuhan, kuatkan kami untuk selalu berjalan sesuai firman-Mu meskipun kami harus berhadapan dengan situasi yang tidak mudah. Amin.
