Jalinan pertemanan yang telah terjalin lama itu akhirnya putus. Perkaranya, salah satu kawan merasa dituduh ingkar, padahal menurutnya ia bukan ingkar, melainkan lupa. Ia lupa membayar utang yang telah jatuh tempo satu tahun yang lalu. Pihak yang memberi utang mengatakan bahwa ia telah berbuat baik dengan tidak menagih. Sementara itu, pihak yang berutang justru mengatakan bahwa yang bersalah adalah kawannya yang memberi utang, karena tidak mengingatkannya, padahal ia dikenal pelupa.
Allah berjanji kepada Abram bahwa Sara akan mengandung. Mereka akan mempunyai seorang anak; bahkan keturunan mereka akan banyak seperti pasir di laut dan bintang di langit. Sara yang sudah putus asa itu tertawa mendengar janji Allah yang menurutnya mustahil terjadi, sebab janji tersebut telah begitu lama diucapkan. Sara kemudian mengakui bahwa Allah telah membuatnya tertawa, yakni bersukacita. Allah tidak ingkar dan tidak lupa terhadap janji- Nya. Allah mengingat janji-Nya dan menepatinya. Ia membuat orang-orang yang dikasihi-Nya bersukacita.
Apakah Sahabat Senior masih menunggu penggenapan janji Allah? Allah yang tidak ingkar dan tidak lupa itu akan membuat kita tertawa dan bersukacita seperti Sara. Tetaplah beriman dan percaya kepada Allah yang setia, yang tidak ingkar dan tidak lupa akan janji-Nya, serta tidak melupakan kita sebagai umat yang dikasihi-Nya.
DOA:
Kami bersyukur kepada Allah yang setia, yang tak ingkar dan tak lupa. Kami percaya dan berserah kepada Allah yang terus berkarya untuk kebaikan kami. Amin.
