Beberapa anak muda berkumpul di sebuah kedai minum, lalu mengalir percakapan di antara mereka. Percakapan itu berlangsung penuh gairah tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah dan bekerja nanti. Dalam percakapan tersebut, ada begitu banyak mimpi yang dibagikan. Ada yang merencanakan untuk segera menikah setelah bekerja selama setahun. Ada yang bermimpi membangun usaha. Ada pula yang bermimpi mengajak orangtuanya berlibur. Masih banyak lagi mimpi lain yang indah- indah.
Pemazmur juga mempunyai “mimpi” atau cita-cita. Dalam Mazmur yang kita baca hari ini disebutkan beberapa cita-cita pemazmur, yaitu berpegang pada Taurat TUHAN, berbicara tentang peringatan-peringatan TUHAN, bergemar serta mengangkat tangan terhadap perintah TUHAN, dan merenungkan ketetapan- ketetapan TUHAN. Dalam kalimat singkat dapat dikatakan bahwa cita-cita pemazmur adalah menjadi pelaku kehendak TUHAN.
Sahabat Senior, mempunyai cita-cita sangatlah penting bagi seseorang. Sebab, ketika seseorang mempunyai cita-cita, ia akan tetap hidup dengan semangat karena ada sesuatu yang hendak dicapai. Di usia lanjut, kita pun akan tetap bersemangat jika kita memiliki sesuatu untuk dicapai, misalnya mengantarkan cucu menikah, atau bernyanyi bersama kelompok paduan suara. Jadi, apa yang membuat kita tetap bersemangat menjalani hidup?
DOA:
Ya Allah, ajarlah kami untuk tetap mempunyai semangat lewat cita-cita yang kami bangun. Dan biarlah cita-cita itu berkenan di hati-Mu. Amin.
