Tiga minggu lagi, sekolah Didi akan mengikuti pertandingan basket antar sekolah. Karel terpilih sebagai salah satu pemain. “Wah, hebat kamu, Karel. Kamu terpilih sebagai tim basket sekolah kita,” kata Didi memuji Karel. “Iya, dong. Aku kan jago three-point, masa’ yang jago begini nggak kepilih, sih,” jawab Karel dengan sombong.
Adik-adik, mari kita membaca Keja dia n 41: 14-24 ! Yusuf akhirnya berjumpa dengan Firaun. Firaun sudah mendengar kehebatan Yusuf dari juru minuman istana. Ia pun memuji Yusuf. Namun, Yusuf tidak sombong meskipun dipuji. Ia tetap rendah hati. Ia bahkan meng-atakan bahwa bukan ia yang hebat, melainkanTUHAN. TUHANlah yang memberi kemampuan untuk menafsirkan mimpi.
Adik-adik, setiap kelebihan yang kita miliki berasal dari Tuhan. Ber-syukurlah untuk setiap kelebihan yang Tuhan berikan kepadamu. Jangan menyombongkan diri atas kehebatan yang kita punya karena semua itu pemberian Tuhan.
Doa: Bapa di surga, tolong kami untuk tetap rendah hati meskipun memiliki
kelebihan. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
