Kiki akan berdoa sebelum makan di kantin. “Ih, sok rohani!” ejek Bandi. Kiki agak malu, tetapi ia tetap menundukkan kepala dan berdoa. “Ngapain berdoa segala, sih? Cupu banget!” ejek Bandi lagi. “Aku tetap mau menghormati Tuhan, walaupun orang lain tidak suka, yang pen-ting Tuhan senang,” jawab Kiki.
Adik-adik, mari kita baca Ayu b 1: 8-12 ! TUHAN sendiri berkata bahwa Ayub adalah orang yang saleh, jujur, takut akan TUHAN, dan menjauhi kejahatan. Menarik-nya, pujian itu datang dari TUHAN, bukan dari manusia. Artinya, yang terpenting bukanlah penilaian orang lain, tetapi bagaimana TUHAN melihat hidup kita. Ayub hidup benar bukan untuk dipuji, melainkan karena ia sungguh menghormati Tuhan.
Adik-adik, seperti Kiki dan Ayub, jangan takut berbuat benar meskipun diejek oleh orang lain. Tuhan melihat setiap kebaikan kita, bahkan yang tersembunyi. Lebih baik dipandang baik oleh Tuhan daripada dipuji manusia. Yuk, tetap setia dan berani hidup benar karena Tuhan yang menilai!
Doa: Bapa di surga, aku mau hidup menyenangkan hati-Mu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
