Melani sangat sedih karena neneknya meninggal dunia. Ia menjadi murung di sekolah. “Melani, kita semua bisa kehilangan semua yang kita miliki. Yang bisa kamu syukuri adalah Tuhan telah memberikan nenek yang baik dan menyayangimu. Tuhan tetap mengasihimu meski-pun kamu kehilangan nenekmu. Ibu harap, kamu bisa tabah, ya,” kata Ibu Lina menghibur.
Adik-adik, mari kita baca Ayub 1:20-22! Saat segala miliknya habis, Ayub mengatakan bahwa semuanya adalah pemberian TUHAN, termasuk anak-anak serta harta bendanya. Ayub juga mengatakan bahwa apa yang telah TUHAN berikan, bisa saja TUHAN ambil kembali. Ayub berserah kepada TUHAN dan tidak mempertahankan miliknya. Bahkan di tengah kesedihan, Ayub tidak men-yalahkan TUHAN.
Adik-adik, mungkin kita pernah mengalami kehilangan milik kita yang sangat berharga. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Jika Tuhan mengambil kembali, bukan berarti Dia tidak mengasihi kita. Mari belajar merelakan jika harus kehilangan.
Doa: Bapa di surga, tolong aku untuk menyadari bahwa semua yang aku miliki adalah
pemberian Tuhan. Ajar aku untuk merelakannya jika harus kehilangan. Amin.
