Didi ingin memiliki sepatu sepak bola yang baru karena alas sepatunya sudah licin. Didi belum berani meminta kepada orangtuanya karena mereka memiliki banyak kebutuhan. Didi pun terus berdoa kepada Tuhan. Pada suatu hari, Papa mengajak Didi ke toko olahraga. Didi melihat sepatu bola. Ia me-ngamat-amatinya. “Didi mau? Kita beli aja, yuk!” kata Papa. Didi tidak me-nyangka akan mendapat sepatu sepak bola baru.
Adik-adik, mari kita membaca Kejadian 41:1-13! Firaun bermimpi aneh. Firaun ingin sekali mengetahui arti mimpinya. Pada waktu itu di Mesir banyak sekali orang yang ahli mengartikan mimpi. Namun, dari semua orang hebat itu, tidak ada yang bisa mengartikan mimpi Firaun. Di saat itulah, juru minuman istana mengingat bahwa Yusuf bisa meng-artikan mimpi. Yusuf diingat di waktu yang tepat karena TUHAN.
Adik-adik, firman Tuhan mengingatkan bahwa tidak ada yang pernah tahu kapan Tuhan akan menjawab doa kita. Yang harus kita kerjakan adalah tetap menjadi anak yang baik.
Doa: Bapa di surga, ajarlah aku untuk tetap menjadi anak Tuhan yang baik dan
percaya pada pertolongan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
