Dua orang anggota gereja terlibat pertengkaran. Akibatnya, salah seorang dari mereka akhirnya tidak lagi mau datang ke gereja. Ketika ditanya oleh para pelawat yang datang ke rumahnya, ia menjawab, “Saya tidak sudi melihat muka orang itu lagi. Orang munafik. Jijik saya melihat wajahnya.”
Hagar adalah perempuan Mesir yang bekerja sebagai budak bagi Sarai, istri Abram. Sebagai seorang budak, Hagar tidak memiliki kuasa untuk menolak ketika Abram menghampirinya atas perintah Sarai, istri Abram yang meradang karena tidak dapat memiliki anak. Ketika Hagar mengandung, Sarai menjadi marah dan kembali menindas Hagar. Seorang budak perempuan hamil oleh tuannya, tetapi hal itu tidak membangkitkan belas kasih. Sebaliknya, tuduhan buruk bertubi-tubi dialamatkan kepadanya. Tidak ada yang mau mendengar, tidak ada yang mau memandang wajah perempuan budak yang dianggap berdosa. Yang mengejutkan, Allah justru memandang Hagar, melihat penderitaannya, dan tersentuh oleh tangisnya. Karena itu, Ia berjanji akan membuat anaknya menjadi bangsa yang besar.
Sahabat Senior, ketika kita merasa begitu buruk hingga tidak ada seorang pun yang mau memperhatikan dan memandang kita, firman kali ini menyapa kita bahwa Allah Yang Mahakasih menghadapkan wajah-Nya kepada kita. Ia mengerti derita kita dan mau menolong. Sungguh, Ia adalah Allah yang berbelas kasih.
DOA:
Pandang dan kasihanilah kami di tengah ketidakberdayaan kami, ya Allah. Taruhlah kami di hati-Mu dan lindungilah kami dengan tangan-Mu yang kuat. Amin.
