Ketika kita mendidik anak atau cucu, jangan lupa mengajarkan tiga kata ajaib: tolong, terima kasih, dan maaf. Ketiga kata ini mengajarkan mereka tentang sopan santun sekaligus menuntun mereka untuk memahami nilai-nilai kehidupan. Dari ketiga kata tersebut, yang paling sulit diajarkan dan diucapkan adalah maaf. Sebab, mengucapkan kata maaf membutuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan serta kerapuhan diri. Sulitnya mengucapkan kata maaf mengakibatkan kesulitan untuk mengampuni, baik mengampuni diri sendiri maupun orang lain.
Penulis Kitab Mikha menutup isi kitabnya dengan pengakuan tentang Allah Yang Maha Pengampun dan yang menyayangi umat-Nya yang telah berdosa. Setelah panjang lebar Mikha memberitakan kejahatan dan hukuman bagi bangsa Israel di seluruh kitabnya, ia menutupnya dengan berita pengampunan TUHAN. Ia ingin menitipkan pesan bahwa bangsa Israel cukup meminta maaf kepada TUHAN, maka TUHAN akan mengampuni mereka.
Sahabat Senior, ingatlah selalu bahwa Tuhan menyayangi dan berulang kali mengampuni kita. Ingatan ini akan menolong kita untuk berani berkata maaf sebagai awal dari pengampunan. Kata maaf bukan menunjukkan kelemahan kita, melainkan keberanian untuk menerima kerapuhan dan kesalahan, serta pengakuan bahwa kita adalah orang-orang yang telah menerima maaf dari Tuhan.
DOA:
Ya Allah, beri kami kerendahan hati untuk meminta maaf pada diri kami sendiri dan orang lain agar kami menyadari bahwa Engkau telah mengampuni diri kami. Amin.
