Jalan pintas adalah ungkapan yang menunjuk pada jalan lain yang kita pilih untuk mempersingkat waktu tempuh ketika berkendara. Namun, ungkapan ini juga digunakan untuk menunjukkan mentalitas yang ingin cepat menyelesaikan persoalan dengan cara curang, yang sering kali justru membuat masalah semakin ruwet dan bahkan tidak jarang memunculkan masalah baru.
Mentalitas jalan pintas ini muncul dalam kisah Sarai dan Abram yang tidak sabar menanti janji TUHAN tentang keturunan. Sarai mengusulkan agar Abram menikahi Hagar, hambanya. Benar saja, masalah pun menjadi ruwet. Sarai merasa terhina oleh sikap Hagar yang mengandung anak Abram. Abram membiarkan Sarai menindas Hagar. Dalam kesedihannya, TUHAN menghampiri Hagar. TUHAN hadir bersama Hagar yang menderita. Dia bukan hanya mendengar, tetapi juga melihat semua yang terjadi pada Hagar. Sekalipun kekacauan tetap terjadi akibat mentalitas jalan pintas, Allah tetap hadir mendampingi Hagar.
Sahabat Senior, waspadalah terhadap mentalitas jalan pintas. Menanti pemenuhan janji Tuhan atau selesainya suatu masalah memang membutuhkan kesabaran ekstra. Namun, daripada memilih jalan pintas yang justru membuat masalah semakin berkepanjangan, lebih baik percaya kepada Allah yang melihat seluruh perjalanan hidup kita.
DOA:
Tuhan, jauhkanlah kami dari mentalitas jalan pintas. Tapi, berikanlah kesabaran kepada kami untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.
