Mimpi sering disebut sebagai bunga tidur. Dalam tidur, kita dibawa ke dunia cerita yang isinya dapat membuat senang atau sedih. Namun, mimpi juga kerap dihubungkan dengan harapan, keinginan, dan cita-cita. Hal inilah yang terkandung dalam perkataan Bung Karno yang sangat terkenal: “Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”
Pemazmur juga mengajak umat untuk bermimpi. Pada saat kondisi hidup mereka begitu sulit dan negeri mereka hancur, bermimpi menjadi jawaban untuk bertahan. Dalam hal ini, mimpi berarti harapan bahwa TUHAN akan memulihkan keadaan mereka. Ada tiga makna yang terkandung dalam mimpi sebagai harapan. Pertama, bermimpi berarti undangan untuk menaruh kepercayaan kepada TUHAN yang sanggup melakukan perkara-perkara besar. Kedua, bermimpi merupakan doa yang jujur kepada TUHAN agar dipulihkan. Ketiga, bermimpi berarti berupaya bertahan dan terus melangkah maju di tengah penderitaan hingga tuntas. Bermimpi adalah bagian dari perjalanan iman.
Sahabat Senior, penderitaan dan masalah merupakan kenyataan hidup setiap orang. Mari bermimpi dalam arti berharap kepada Tuhan. Kita percaya bahwa badai akan berlalu. Kita cukup berdoa dan percaya pada karya Tuhan yang ajaib. Kita pun perlu bertahan sambil terus berjuang menjalani hidup kita sehari-hari.
DOA:
Tuhan, kami ingin bermimpi agar Tuhan memulihkan keadaan kami dan keluarga. Bimbing kami untuk bertahan dan berjalan hingga badai ini selesai. Amin.
