Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan ungkapan Ibrani Jehovah-Jireh. Di dalam ungkapan ini terkandung makna bahwa Tuhan mengetahui dan menyediakan apa yang kita butuhkan dalam hidup ini. Namun, kadangkala ungkapan ini terdengar tidak berharga ketika dipakai secara tidak tepat. Misalnya, seseorang yang memperoleh tempat parkir sementara masih banyak mobil lain yang mencari tempat bagi kendaraannya. Ia berkata, “Jehovah-Jireh. Tuhan menyediakan tempat parkir ini untukku karena aku anak Tuhan.” Pertanyaannya, apakah mereka yang tidak mendapatkan tempat parkir bukanlah anak Tuhan?
Di atas Gunung Moriah, Abraham menyebut nama TUHAN dengan Jehovah-Jireh setelah ia melewati ujian yang amat berat. Kita dapat membayangkan betapa beratnya pergulatan batin Abraham ketika harus menaati perintah TUHAN yang sangat sulit. Pertukaran korban dari Ishak kepada seekor domba jantan merupakan bukti bahwa Abraham berhasil melewati ujian iman, sekaligus menjadi tanda bahwa Allah mengenal Abraham. Oleh karena itu, Jehovah-Jireh merupakan penegasan bahwa Allah mengenal kita, manusia yang diciptakan-Nya.
Sahabat Senior, patutlah kita mengucapkan “Jehovah-Jireh” karena banyak peristiwa dalam hidup ini telah membuktikan bahwa Tuhan mengenal dan memelihara kehidupan kita.
DOA:
Tuhan, kami bersyukur karena memiliki Allah seperti Engkau yang mengenal dan memelihara hidup kami. Amin.
