Ada seorang ibu yang kerap memberikan kesaksian yang sama dalam beberapa kesempatan. Ia menceritakan bagaimana rasa syukurnya atas pertolongan seseorang yang memberinya pekerjaan saat ia sangat membutuhkan. Pada waktu itu, ia berada dalam tekanan berat sebagai orangtua tunggal. Peristiwa tersebut sangat berkesan baginya dan menjadi pengalaman iman yang semakin menguatkan keyakinan akan Allah sebagai Penolong Sejati.
Nyanyian syukur kepada Allah, sebagaimana dicatat oleh para pemazmur, berangkat dari pengalaman sejarah nenek moyang mereka yang berkali-kali mengalami pertolongan Allah. Jauh sebelum terjadi kelaparan, Allah sudah bekerja melalui kehidupan Yusuf, yang dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak. Pada akhirnya, Yusuflah yang menyelamatkan hidup keluarganya bahkan bangsanya dari bencana kelaparan. Karena itu, nasihat untuk selalu mencari TUHAN dan mengikuti ketetapan-Nya senantiasa disuarakan turun-temurun agar umat hidup setia dan percaya sepenuh hati kepada TUHAN.
Sahabat Senior, melalui berbagai pengalaman hidup, kita diyakinkan bahwa Allah adalah satu-satunya Penolong yang telah terbukti karya kasih-Nya. Dari sejarah kehidupan nenek moyang bangsa Israel hingga pengalaman umat Tuhan di masa kini, Allah tetap Penolong Sejati. Mari kita selalu berpegang pada firman-Nya dan percaya sepenuhnya kepada-Nya, sehingga iman kita terus dikuatkan.
DOA:
Tuhan, kami bersyukur atas kuasa dan kasih-Mu yang menolong kami mengatasi berbagai persoalan hidup kami. Teguhkan kami dalam iman, kasih, dan pengharapan hanya pada-Mu. Amin.
