Reformator gereja bernama Martin Luther pernah menyatakan secara terbuka bahwa Surat Yakobus adalah Epistola Straminea atau βsurat jeramiβ. Pandangan Luther ini berangkat dari pemahaman bahwa Surat Yakobus bertentangan dengan doktrin sola fide (pembenaran hanya karena iman). Surat Yakobus berfokus pada pemahaman bahwa tanpa perbuatan, iman adalah mati. Namun, apabila kita cermati, keduanya sebenarnya saling melengkapi. Dibenarkan karena iman seharusnya menuntun kita pada perbuatan benar sebagai ekspresi iman.
Iman kepada Kristus harus diwujudnyatakan melalui tindakan. Rumusan teologi praktis dalam Surat Yakobus memang dibutuhkan dalam konteks jemaat pada saat itu. Di tengah perantauan, mereka membutuhkan kompas moral. Iman percaya kepada Kristus harus mewujud nyata melalui tindakan sehari-hari. Pengajaran iman harus bersifat praktis dan mudah dipahami. Karena itu, kepada jemaat diperhadapkan dua macam iman secara sengaja. Pertama, iman sejati yang tampak dalam perbuatan baik dan tindakan mengasihi. Kedua, iman semu, yaitu iman yang tidak pernah terwujud dalam perbuatan baik sehingga tidak dapat disebut sebagai iman. Melalui contoh Abraham dan Rahab yang melakukan kehendak Allah sebagai wujud nyata iman, jemaat diajak mempraktikkan iman mereka. Hal-hal sederhana, seperti memberi makanan kepada yang membutuhkan, menjadi ekspresi iman kepada Kristus yang mengasihi dunia.
Youth, seperti dua sisi mata uang, demikianlah iman dan perbuatan dalam hidup orang percaya. Karena itu, ekspresikan imanmu melalui perbuatan dalam hidup sehari-hari.
- Apa tantangan hidup beriman yang dihadapi jemaat diaspora?
- Bagaimana caramu menyelaraskan antara iman dengan perbuatan?
Pokok Doa:Β Β Β Β Β Beriman teguh hanya kepada Yesus dan terus mengasihi sesama.
