Suatu saat, gereja tempat penulis melayani membutuhkan penatua berusia muda untuk memperkuat pelayanan bagi kaum muda di gereja. Dalam prosesnya, ada empat bakal calon penatua berusia muda. Dua bakal calon tidak bersedia. Salah seorang dari dua yang tersisa memiliki hobi mendaki gunung. Penulis pun mengajaknya mendaki gunung. Dalam pendakian itu, terjadi beragam percakapan. Penulis jadi memahami sudut pandang anak muda tentang menjadi penatua. Setelah semuanya jelas, ia dan seorang temannya bersedia.
Penatua adalah jabatan gerejawi yang mulia. Mereka menjadi pemimpin yang hadir untuk menggembalakan umat dengan sukacita dan sukarela. Anugerah untuk melayani Tuhan ini perlu disambut dengan hidup sebagai teladan dan memimpin dengan penuh kasih. Rasul Petrus, dalam nasihatnya kepada rekan-rekan penatua, menyatakan bahwa kegembiraan penting dalam pelayanan. Sebab, tanpa kegembiraan, pelayanan bisa berubah menjadi sebuah keterpaksaan. Seperti Kristus yang tidak henti-hentinya mengasihi, para penatua juga diundang untuk melayani dengan kelembutan dan kasih. Pelayanan sebagai penatua juga merupakan bentuk respons syukur atas berkat Tuhan. Para penatua tentu bukan manusia sempurna. Syukur kepada Allah, sebab Kristus, melalui kuasa Roh Kudus, terus memampukan.
Youth, sungguh baik melayani Tuhan sejak usia muda. Pelayanan sebagai penatua merupakan anugerah yang berharga. Apabila kamu diminta menjadi penatua, itu berarti Allah sedang mengundangmu untuk mengambil bagian dalam memimpin umat kepunyaan-Nya.
- Mengapa para penatua dipanggil melayani dengan sukacita dan sukarela?
- Hal apa yang sering kamu khawatirkan saat dipanggil melayani Tuhan?
Pokok Doa: Pelayanan para penatua serta komitmen baru untuk melayani.
