Keberhargaan diri atau self-worth selalu menjadi isu yang relevan di kalangan anak muda yang masih berada dalam proses pencarian jati diri. Perasaan βtidak cukupβ dan kurang berharga kerap berkorelasi dengan beragam tekanan yang dialami. Ekspektasi tinggi yang sering dipaksakan oleh keluarga, serta pencapaian diri yang terus dibanding-bandingkan dengan teman-teman yang dianggap jauh lebih sukses, pada akhirnya membawa banyak anak muda pada perasaan rendah diri dan tidak berharga.
Kepada umat Tuhan yang hidup sebagai kelompok minoritas, terpinggirkan, bahkan dianggap tidak penting, Rasul Petrus dengan tegas justru menyerukan, βKamulah umat pilihan Allah!β Dalam suratnya, Rasul Petrus menyebut umat Tuhan dengan empat identitas besar, yaitu bangsa pilihan, imamat rajani, bangsa yang kudus, dan umat kepunyaan Allah. Pernyataan ini bukan dimaksudkan sekadar untuk menghibur atau menjadi basa-basi belaka. Petrus berangkat dari kesaksian iman mengenai Yesus Kristus, Sang Batu Hidup. Sekalipun manusia dan dunia menolak-Nya, Yesus tetap dipilih dan berharga di hadapan Allah. Petrus bersaksi bahwa Yesus Kristus yang ditolak itu adalah Juruselamat dunia. Itulah sebabnya setiap umat Kristus adalah pribadi yang berharga. Karena itu, alih-alih rendah diri, umat Kristen justru dipanggil menjadi batu hidup di dunia.
Youth, keberhargaan kita tidak pertama-tama bergantung pada pencapaian ataupun hal-hal yang kita miliki, melainkan karena kita adalah milik Tuhan. Jangan pernah rendah diri, sebab kamu milik Kristus. Kamu berharga di mata Tuhan.
- Mengapa kehadiran dan karya Yesus Kristus ditolak oleh umat Allah?
- Bagaimana caramu menghadirkan diri sebagai batu hidup bagi Kristus?
Pokok Doa:Β Β Β Β Β Terima kasih karena Kristus tak pernah lelah mencintai kita.
