Daerah kekuasaan Imperium Romanum atau Kekaisaran Romawi terbentang mulai dari Eropa, Afrika Utara, Asia Barat, hingga seluruh wilayah pesisir Laut Tengah. Kekaisaran ini berpusat di Roma dan terus berdiri hingga kejatuhannya pada tahun 476. Kejatuhan ini telah dinubuatkan.
Nubuat tersebut dituliskan oleh Rasul Yohanes melalui suratnya kepada tujuh jemaat di Asia Kecil yang dianiaya oleh pemerintahan Roma. Rasul Yohanes dengan tegas menyatakan, “Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.” Mengapa Kekaisaran Roma disebut sebagai Babel? Sebab, Kitab Wahyu ditulis ketika gereja perdana mengalami penganiayaan hebat oleh Kaisar Nero. Semua orang dipaksa menyembah kaisar sebagai tuhan dan menerima hukuman berat bagi yang menolak. Mereka yang menolak akan dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh dengan cara yang keji. Situasi ini membuat jemaat Tuhan bergumul dengan hebat. Untuk menguatkan jemaat, surat ini dikirim dengan menggunakan bahasa simbolik. Bahasa ini hanya dimengerti oleh jemaat melalui para pemimpin gereja. Dengan demikian, apabila surat ini dirampas oleh pihak Kekaisaran Roma, mereka tidak akan memahami bahasa simbolik di dalamnya. Hal ini memberikan rasa aman kepada umat.
Youth, segala sesuatu di dunia ada masanya. Kejayaan, kekayaan, dan pencapaian akan hilang serta berganti. Dalam kesementaraan seperti ini, kita diajak untuk tidak melekat, apalagi menuhankan segala pencapaian. Hanya Kristus Yesus yang layak ditinggikan dalam setiap karya kehidupan kita.
- Mengapa identitas Kekaisaran Romawi yang tiran disamarkan menjadi Babel?
- Hal-hal apa saja yang ingin kamu capai di tengah dunia yang sementara ini?
Pokok Doa: Tetap produktif dan positif menjalani hidup yang diberkati Tuhan.
