Kevin dan Rachel, sepasang kekasih yang saling mencintai, memutuskan untuk menikah. Pernikahan mereka berjalan bahagia. Tuhan menganugerahkan Killian, anak tercinta mereka. Di tengah perjalanan pernikahan, mereka menghadapi pergumulan berat. Kevin sakit dan harus menjalani pengobatan panjang. Mereka menghadapi pergumulan itu dengan tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Mereka selalu percaya bahwa Tuhan setia menopang.
Jangan pernah khawatir dan gentar di tengah pergumulan hidup. Itulah yang diserukan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Seruan itu lahir dari pengalaman iman Paulus. Saat menulis surat ini, Paulus sedang dipenjara karena memberitakan Injil. Usia Paulus juga semakin lanjut dan ia mengalami sakit fisik yang berat. Namun, berbagai pergumulan itu tidak menyurutkan semangat juang imannya. Ia percaya bahwa Tuhan selalu menyertai dan menguatkan. Itulah sebabnya, dengan tegas ia mengatakan, “Berdirilah teguh dalam Tuhan.” Hidup orang percaya memiliki akar yang tertancap kuat di dalam iman kepada Tuhan Yesus. Paulus bahkan menyerukan agar umat senantiasa bersukacita walaupun sedang menderita. Ini bukan ajakan yang naif. Paulus tahu dan merasakan sendiri beratnya persoalan hidup. Namun, ia tidak membiarkan rasa khawatir mengendalikan hidupnya. Sebab, kekhawatiran hanya akan melahirkan kecemasan tanpa henti, kegelisahan, dan iman yang melemah.
Youth, ketika menghadapi pergumulan berat dan seakan berada di titik nadir, datanglah kepada Tuhan. Di dalam doa, hati menjadi tenang, pikiran jernih, dan Tuhan akan menunjukkan jalan.
- Apa yang membuat Paulus tidak khawatir saat menghadapi pergumulan berat?
- Apa langkah nyata yang kamu pilih saat overthinking datang menyerang?
Pokok Doa: Berserah penuh di dalam doa, percaya sungguh pertolongan-Nya.
