Beberapa tahun belakangan, marak terjadi kasus pekerja migran berusia muda yang bekerja secara ilegal sebagai operator judi online hingga scammer di luar negeri. Para pekerja muda ini awalnya tertipu oleh iklan lowongan pekerjaan di media sosial. Mereka tergiur bayaran dolar yang ditawarkan sehingga tidak mengecek kebenarannya. Mereka dibodohi dengan tampilan iklan yang menarik serta proses yang mudah.
Gemerlap dunia dipakai oleh para pejabat tinggi Kekaisaran Romawi untuk menjebak. Mereka sengaja membangun citra sedemikian rupa untuk menarik perhatian pemimpin bangsa-bangsa lain. Saat umpan jebakan telah dimakan, bangsa-bangsa itu dikuasai dan dijajah. Kitab Wahyu melukiskan pembodohan terhadap bangsa lain ini melalui bahasa simbolis “anggur hawa nafsu cabul”. Seperti orang yang mabuk dan kehilangan akal sehat karena anggur, demikianlah bangsa-bangsa lain dibodohi. Kekuatan militer dan kekayaan Kekaisaran Roma dipamerkan untuk memberi kesan bahwa bangsa lain akan aman di bawah mereka. Padahal, saat dijajah, seluruh hak mereka dilucuti dan rakyat hidup sengsara. Di tengah kebusukan dan kekejaman penjajah Romawi, yang dalam bacaan disebut Babel, umat Tuhan diajak untuk tetap taat, setia, dan tabah.
Youth, di tengah banjir informasi di era digital ini, tetaplah waspada dan berhikmat. Jangan mudah percaya pada berita-berita yang sensasional. Jangan mudah percaya kepada sosok-sosok yang tampak pandai berbicara. Selidikilah segala sesuatu dengan saksama sebelum mempercayainya. Kembangkanlah daya kritis agar tidak mudah dibodohi.
- Mengapa bangsa-bangsa mudah diperdaya oleh Kekaisaran Romawi?
- Langkah praktis apa yang bisa ditempuh untuk membekali diri dengan hikmat?
Pokok Doa: Terus memohon hikmat Tuhan dalam menghadapi segala perkara.
