Distraksi digital merupakan gangguan fokus, perhatian, serta produktivitas yang disebabkan oleh perangkat digital. Di tengah dunia yang dibanjiri arus informasi ini, distraksi digital sangat mudah menjangkiti. Apabila kurang waspada, kita dapat hanyut terseret dalam pusarannya. Akibatnya, kita menjadi gagal fokus. Penentuan skala prioritas menjadi tidak lagi jelas; semua hal menjadi relatif.
Fokus merupakan hal penting dalam pertumbuhan spiritual. Paulus mengatakan, “Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” Ini bukan berarti pura-pura lupa atau abai, sebab secara nature manusia tidak dapat melupakan masa lalu. Maksud Paulus adalah menggeser fokus. Masa lalunya sebagai penganiaya jemaat telah ia tinggalkan, dan ia kini mengarahkan hidup ke masa depan. Fokus ke masa depan dimaknai Paulus seperti pelari dalam sebuah pertandingan: berlari terus menuju tujuan akhir untuk mendapatkan kemenangan, yaitu hidup di surga bersama Kristus Yesus. Di sepanjang perjalanan itu, taat dan setia kepada Kristus menjadi kunci. Fokus pada tujuan akhir akan memberikan keteguhan iman kepada Kristus dalam menghadapi seteru salib. Fokus pada hadiah akhir di ujung perjuangan menolong untuk tetap taat kepada-Nya, sehingga terhindar dari kebinasaan yang merupakan upah dari seteru salib.
Youth, di tengah aneka godaan dalam perjalanan iman, fokuslah pada tujuan akhir. Berlarilah ke arah Kristus. Tetaplah taat, setia, dan beriman teguh kepada-Nya. Di dalam Dia lah kita menemukan pengharapan yang sejati.
- Mengapa Paulus menegaskan perlunya memiliki fokus dalam hidup beriman?
- Apa saja yang sering membuatmu gagal fokus dalam pertandingan iman?
Pokok Doa: Bersyukur atas pengurbanan Kristus. Merawat iman melalui karya.
