Haus validasi adalah kondisi psikologis ketika seseorang memiliki kebutuhan berlebihan untuk mendapatkan pengakuan, pujian, atau persetujuan dari orang lain atas tindakan, perasaan, atau penampilannya. Ketergantungan emosional ini sering berakar pada rasa insecure, kurang percaya diri, atau pengalaman traumatis di masa lalu. Keberhargaan diri diukur dari seberapa sering ia dipuji, diterima, diperhatikan, dan unggahannya mendapat tanda suka.
Keinginan untuk meninggikan diri demi memperoleh validasi ini pernah dibahas oleh Yakobus dalam suratnya. Ia menyebutnya dengan kalimat, “Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah.” Hal ini bukan berarti umat Tuhan harus membenci dunia. Maksudnya adalah kemelekatan hati pada dunia sehingga melupakan Allah. Hati, dalam perspektif Alkitab adalah pusat diri manusia. Hati menjadi sumber motivasi dan tindakan. Itulah sebabnya Allah menempatkan Roh Kudus di dalam hati manusia. Roh itulah yang menuntun dan mengingatkan manusia untuk hidup dalam kemurnian dan kejernihan hati. Dengan demikian, segala pikiran dan perbuatan dilandasi oleh kerendahan hati, bukan kesombongan atau kehausan akan pengakuan. Rendah hati berarti memiliki kesadaran untuk selalu memuliakan Tuhan dalam setiap tindakan
Youth, Tuhan tidak ingin kita hancur dan tersesat di tengah arus dunia yang sarat kesombongan. Tuhan ingin kita menjadi manusia yang rendah hati. Kerendahan hati bukanlah kelemahan, melainkan keberanian untuk selalu berkata, “Tuhan, aku membutuhkan Engkau.” Orang yang rendah hati akan ditinggikan Tuhan.
- Mengapa kerendahan hati menjadi begitu penting dilakukan orang percaya?
- Bagaimana cara keluar dari haus validasi? Apakah detox sosmed membantu?
Pokok Doa: Bersyukur atas tiap potensi, rendah hati, dekat Tuhan tiap hari.
