Pelari kalcer disematkan kepada pelari yang sangat memperhatikan gaya, penampilan, outfit, dan perlengkapan selama aktivitas berlari. Secara harfiah, kalcer adalah pelesetan dari kata culture yang berarti budaya. Namun, dalam konteks bahasa gaul, maknanya lebih luas dan cair. Pelari kalcer adalah orang yang memahami tren. Singkatnya, mereka ikut berlari bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk eksis dan membagikan momen di media sosial.
Paulus menggambarkan perjalanan imannya kepada Kristus seperti seorang pelari. Paulus menyatakan kerinduannya untuk terus berlari mendekat kepada Kristus. Ia berlari meninggalkan satu tempat menuju tempat yang lain. Ia meninggalkan hal-hal yang dahulu dibanggakan dan berlari menuju hal-hal yang berkenan kepada Tuhan. Masa lalunya sebagai seorang Yahudi yang taat, ahli Taurat, dan penganiaya umat Tuhan bukan lagi sesuatu yang ia banggakan. Paulus meninggalkan semua itu dan menganggapnya tidak lagi penting. Dengan tegas, ia mengatakan bahwa semuanya itu adalah sampah yang tidak berguna baginya. Kini, pengenalan akan Kristus Yesus dan iman kepada-Nya menjadi hal yang paling berharga. Karya keselamatan di dalam Kristus Yesus menjadi etape baru yang ditempuh dan diimani Paulus. Karena itu, ia ingin terus berkarya bagi Kristus sepanjang hidupnya.
Youth, ketika pandangan akan masa depan terasa kabur, mengenal Kristus akan memberi arah yang baik. Ketika masa lalu kita gelap dan kelam, Kristus tetap menunggu kita berjalan ke arah-Nya. Tidak perlu tergesa-gesa, berjalanlah pelan-pelan saja.
- Apa yang dulu dianggap keuntungan dan kini dianggap sampah oleh Paulus?
- Bagaimana mengusahakan berlari ke arah Kristus menurut versimu?
Pokok Doa: Masa lalu jadi pembelajaran berharga, masa kini semakin setia.
