“Aduh, kok cerewet banget sih? Orang tua tuh kepo banget, selalu pengin tahu urusan anaknya!” Kalimat seperti ini mungkin pernah kita ucapkan atau pikirkan. Kita kadang merasa orang tua memperlakukan kita seperti anak kecil. Padahal, kita sudah remaja dan ingin dianggap bisa mengatur hidup sendiri.
Hari ini kita diajak untuk membaca kisah Yakub dan Yusuf. Kisah ini dapat membantu kita melihat sisi lain dari hubungan orang tua dan anak. Setelah bertahun-tahun berpisah, Yakub akhirnya bertemu lagi dengan Yusuf. Selama ini, Yakub mengira Yusuf sudah mati. Bayangkan! Betapa harunya momen itu. Mereka berpelukan dan menangis lama sekali. Yakub bahkan berkata, “Sekarang aku boleh mati, setelah aku melihat mukamu dan mengetahui bahwa engkau masih hidup.” Kalimat itu menunjukkan bahwa tujuan hidup Yakub hanyalah kebahagiaan anaknya. Ia tidak membutuhkan harta, bahkan kehormatan. Bagi Yakub, yang terpenting di dalam hidupnya adalah anaknya hidup dan baik-baik saja. Inilah ekspresi cinta yang begitu besar dari Yakub selaku orang tua kepada anak-anaknya.
Teens, tidak semua orang memiliki hubungan yang mudah dengan orang tua. Ada yang merasa jauh, jengkel, dan mungkin menyimpan luka. Itu manusiawi. Namun, kisah Yakub mengajak kita untuk melihat sisi lain. Di balik segala tindakannya, ada cinta orang tua yang begitu besar. Tidak sedikit orang tua yang menjadikan keberadaan anak-anaknya sebagai alasan untuk hidup. Bagaimanapun, mereka adalah manusia yang tidak sempurna. Itu sebabnya ekspresi cinta mereka kadang terasa tidak nyaman dan sulit dipahami. Bisa jadi, itulah satu-satunya cara yang mereka tahu. Karena itu, jangan buru-buru menilai tindakan mereka. Temukan dan rasakanlah cinta orang tua di balik setiap tindakan yang mereka lakukan.
