JosΓ© βPepeβ Mujica adalah Presiden Uruguay pada tahun 2010β2015. Namanya dikenal dunia sebagai presiden βtermiskinβ di dunia. Ia memilih tinggal di rumah kecil, bukan di istana. Mujica juga memberikan 90% gajinya untuk badan amal dan rakyat miskin. Baginya, presiden adalah pemegang kekuasaan tertinggi di suatu negara untuk menjalankan fungsi sebagai pelayan masyarakat. Maka, Mujica menggunakan kesempatan berkuasa ini untuk menegakkan keadilan dan memberikan kebahagiaan bagi rakyat.
Prinsip itu juga terlihat dalam tindakan Yusuf. Ia dipercaya Firaun untuk memimpin Mesir pada masa yang sangat sulit ketika bencana kelaparan melanda seluruh negeri. Yusuf harus memastikan rakyatnya tetap hidup. Karena itu, ia membuat aturan baru. Rakyat harus menyerahkan uang, ternak, dan tanah kepada Firaun sebagai ganti bahan makanan. Setelah semua lahan menjadi milik kerajaan, Yusuf meminta rakyat kembali mengolah tanah itu. Mereka hanya perlu memberikan seperlima hasil panen kepada Firaun, dan sisanya menjadi milik mereka. Kebijakan ini justru menyelamatkan banyak orang. Rakyat pun berkata, βEngkau telah menyelamatkan hidup kamiβ (ayat 25). Dengan aturan ini, semua orang mendapat akses terhadap makanan, bukan hanya orang kaya atau pemilik tanah.
Teens, cepat atau lambat, kita pasti mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemimpin. Kita bisa menjadi pemimpin di sekolah, di gereja, atau di tengah masyarakat. Seorang pemimpin memiliki hak istimewa. Ia memiliki kuasa untuk mengatur kehidupan orang lain. Ini merupakan privilege sekaligus tanggung jawab. Kita perlu menjaga diri agar kekuasaan tidak merugikan hidup orang lain. Kita justru diajak untuk memiliki sikap seperti Yusuf. Gunakan kekuasaan sebagai pemimpin untuk menegakkan keadilan. Jadikan kesempatan itu untuk mendatangkan kebaikan bagi semua orang.
