Sahabat Senior, bagaimana rasanya ketika kita melihat anak atau cucu bertingkah polah menjengkelkan, keras kepala, atau semaunya sendiri? Pada umumnya, orangtua akan memberikan teguran. Jika anak atau cucu tidak mendengarkan teguran, baru diberi hukuman. Teguran atau hukuman diberikan agar mereka sadar dan bertobat.
Bangsa Israel pernah tumbuh menjadi kelompok yang besar di Mesir dan dipaksa menjadi budak. Sebagai budak, umat Israel mengalami penderitaan. Itu sebabnya mereka berseru memohon pertolongan TUHAN (Kel. 2:23-25). Melalui Musa, TUHAN meminta Firaun untuk membebaskan bangsa Israel. Namun, Firaun berkeras hati. Ini letak persoalan mengapa TUHAN menghukum bangsa Mesir. Hukuman itu disebut tulah. Tulah adalah kemalangan yang disebabkan oleh kutuk. Tulah yang pertama adalah air menjadi darah. Air adalah unsur yang penting dalam kehidupan. Ketika air berubah menjadi darah, kehidupan akan mengalami kesulitan.
Sahabat Senior, tulah adalah hukuman yang diberikan dengan tujuan agar manusia bertobat, tidak lagi berpolah. Hukuman digunakan untuk mendidik umat manusia. Apakah raja Mesir mengalami pertobatan? Sayangnya tidak. Hukuman pun berlanjut, makin lama makin berat. Menyengsarakan memang. Karena itu, jika kita memiliki polah yang salah, sadar dan bertobatlah!
DOA:
Tuhan, berikan kemampuan kepada kami untuk sadar akan kesalahan kami dan kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki. Amin.
