Di sebuah desa yang dilanda kekeringan parah, para penduduk berkumpul untuk berdoa memohon hujan. Di tengah kerumunan orang yang putus asa, datanglah seorang nenek tua membawa sebuah payung. Banyak orang mencibir dan mempertanyakan kegunaan payung di tengah terik matahari. Tidak lama setelah doa dipanjatkan, langit mulai menggelap dan hujan deras pun turun. Seluruh desa bersorak gembira, sementara sang nenek membuka payungnya. Tindakannya menjadi bukti tentang keyakinannya bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa yang dipanjatkan dengan iman.
Kisah ini mengingatkan kita pada Ishak. Ia mengetahui janji TUHAN kepada ayahnya, Abraham, bahwa keturunannya akan menjadi bangsa yang besar. Namun kenyataannya, Ribka, istrinya, mandul. Dalam situasi itu, Ishak tidak menyerah pada keadaan. Ia datang kepada TUHAN dan berdoa memohon pertolongan-Nya. TUHAN mendengar doa Ishak dan menggenapi janji-Nya dengan memberikan keturunan melalui Ribka yang sebelumnya mandul.
Sahabat Senior, kita tidak selalu berada dalam keadaan yang baik, tenang, aman, dan nyaman. Berbagai rintangan, hambatan, bahkan masalah dapat muncul. Persoalan-persoalan tersebut berada di luar kendali dan kemampuan kita. Pada saat-saat seperti itulah kita diajak untuk datang kepada Tuhan, memohon pertolongan melalui doa dengan iman yang teguh.
DOA:
Tuhan, terima kasih untuk kehadiran-Mu bagi kami, terlebih ketika kami menghadapi rintangan dan persoalan. Ajar kami untuk selalu mengingat dan terhubung dengan Engkau melalui doa dan permohonan kami. Amin.
