Pak Suroto adalah sopir pribadi seorang direktur perusahaan logistik. Suatu hari, ia diminta mengantar sang direktur menuju kota perbatasan tanpa penjelasan rinci. Tanpa banyak bertanya, ia segera bersiap. Ia bahkan tidak hadir di acara ulang tahun cucunya demi menjalankan tugas. Di tengah perjalanan, sang direktur baru menjelaskan bahwa mereka akan bertemu pemilik lahan strategis yang dirahasiakan agar tidak diketahui kompetitor. Pak Suroto menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab: mengantar, menunggu, lalu kembali tanpa membocorkan rahasia tersebut kepada siapa pun. Berkat kesetiaannya, gudang logistik berhasil dibangun dan menjadi pusat distribusi utama perusahaan. Baginya, tugas bukan sekadar mengemudi, melainkan menjaga amanah.
Demikian juga dengan Eliezer. Ia adalah hamba Abraham yang mendapat tugas untuk mencari calon istri bagi Ishak. Meskipun Laban telah menghidangkan makanan dan mempersilakan Eliezer menikmatinya, tetapi Eliezer lebih mendahulukan misinya yang merupakan tugas dari tuannya, Abraham.
Sahabat Senior, hamba yang setia dan taat akan mengutamakan kepentingan tuannya daripada dirinya sendiri. Godaan untuk mendahulukan keinginan diri sendiri akan selalu ada. Namun, sebagai umat sekaligus hamba Tuhan, marilah kita menjalani hidup dengan mendahulukan misi Tuhan dalam hidup kita.
DOA:
Terima kasih Tuhan, hamba-Mu boleh menjalani hidup yang Engkau berikan. Berikan hikmat untuk tetap taat dan setia menjalani misi-Mu dalam hidup kami. Amin.
