Oma Kristina kehilangan kontak dengan cucunya yang dibesarkan di kota lain. Selama bertahun-tahun, ia hanya bisa berdoa dan bertanya-tanya, “Apakah cucuku mengingatku? Apakah ia baik-baik saja?” Suatu hari, dalam acara Natal keluarga besar, sang cucu datang tanpa diduga. Oma Kristina menangis sambil memeluknya erat. Ia berkata, “Sekarang Oma tenang. Oma sudah melihatmu baik-baik saja.”
Perasaan yang sama dialami oleh Yakub ketika akhirnya ia bertemu kembali dengan Yusuf, anak yang ia kira telah meninggal. Bertahun-tahun Yakub memendam duka yang dalam. Namun, TUHAN tidak tinggal diam. Pertemuan yang telah lama dinantikan itu akhirnya terjadi. Yakub pun berkata, “Sekarang aku boleh mati….” Ucapan ini bukanlah ungkapan keputusasaan, melainkan tanda bahwa hatinya telah dipulihkan oleh sukacita yang mendalam.
Sahabat Senior, mungkin ada hal-hal yang terasa hilang atau seolah-olah terlambat dalam hidup ini: anak yang jauh, hubungan yang renggang, atau kerinduan yang tidak tersampaikan. Namun, ingatlahbahwaTuhan sanggupmemulihkan. Iadapatmembukajalan bagi pertemuan, menghadirkan pengampunan, dan memberikan damai sejahtera. Tidak ada kata terlambat bagi Tuhan. Karena itu, tetaplah berdoa. Pertemuan yang menyembuhkan dapat terjadi pada saat yang paling tidak disangka. Ketika saat itu tiba, damai Tuhan akan memenuhi hati kita.
DOA:
Tidak pernah kami kehilangan pengharapan di dalam Engkau, ya Allah. Pengharapan di dalam Engkau seperti sauh yang kuat tertambat pada batu karang yang teguh. Amin.
