Seorang remaja merasa sedih dan tak berguna. Ia sering dibanding-bandingkan, diejek karena bentuk tubuhnya, dan merasa tidak ada seorang pun yang memahami dirinya. Suatu hari, guru agamanya meminta semua murid menulis satu hal baik tentang diri mereka. Anak itu tak tahu harus menulis apa. Namun, Ketika ia membaca Mazmur 139 dan menyadari bahwa Tuhan telah membentuknya dengan ajaib sejak dalam kandungan, air matanya jatuh. Ia mulai percaya bahwa hidupnya tidak terjadi begitu saja.
Pemazmur mengungkapkan sebuah kebenaran yang sangat dalam dan personal. Sebelum ia mengenal siapa dirinya, TUHAN sudah mengenal, membentuk, dan menetapkan maksud yang indah. Pemazmur meyakini bahwa TUHAN bukan hanya mengetahui jumlah rambutnya, tetapi juga merajut setiap bagian tubuh dan menenun rencana dalam setiap musim hidupnya.
Sahabat Senior, mungkin kita merasa tubuh semakin lemah atau ada perasaan dilupakan. Namun, pemazmur mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah berhenti memandang dengan kasih yang mendalam. Tuhan mengenal kita lebih dari siapa pun, bahkan sejak dalam kandungan. Bersyukurlah karena kehidupan kita di usia lanjut justru semakin menunjukkan karya ajaib-Nya. Tuhan terus memenuhi rencana-Nya dalam diri kita. Saat kita lemah, ingatlah bahwa diri kita dahsyat dan ajaib di mata-Nya.
DOA:
Ya Tuhan, segenap diri kami adalah kedahsyatan dan keajaiban. Ingatkan saat kami susah, bahwa keberadaan kami adalah keajaiban karya-Mu. Amin.
