Siapa yang tidak senang menerima pujian dan penghormatan? Banyak orang melakukan berbagai cara agar memperoleh pujian dan penghormatan. Ada orang yang mengakui karya atau kehebatan orang lain sebagai karyanya agar dianggap hebat. Bahkan, banyak orang menganggap kehebatannya adalah hasil kemampuannya sendiri dan lupa bahwa semua itu adalah pemberian Tuhan.
Kemampuan Yusuf dalam mengartikan mimpi telah diceritakan kepada Firaun oleh juru minuman raja. Firaun pun memuji kemampuan Yusuf. Namun, dengan rendah hati, Yusuf menegaskan bahwa sesungguhnya Allah-lah yang telah menerangkan arti mimpi, bukan dirinya sendiri. Yusuf tidak menjadi sombong karena kemampuannya mengartikan mimpi secara tepat. Ia menyadari bahwa dirinya hanyalah alat di tangan TUHAN untuk menyampaikan pesan dari sebuah mimpi. Semua kemampuan itu adalah pemberian TUHAN, sehingga Yusuf menolak mengambil hormat dan pujian bagi dirinya.
Sahabat Senior, sikap Yusuf mencerminkan kerendahan hati dan kejujuran. Inilah sikap iman yang diharapkan Tuhan dari kita. Semua talenta yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Oleh karena itu, jangan lupa bersyukur kepada-Nya. Jika di usia lanjut ini kita masih diberi talenta dan kemampuan untuk berkarya dan melayani, gunakanlah untuk memberkati banyak orang, bukan untuk mencari hormat dan kemuliaan diri sendiri.
DOA:
Tuhan, terima kasih untuk setiap talenta yang melengkapi hidup kami. Tolong kami agar menggunakannya dengan baik demi hormat dan kemuliaan nama-Mu. Amin.
