“Saya sudah mengalami kematian begitu dekat, tetapi saya masih selamat. Sungguh, Tuhan itu baik!” Demikian kesaksian seorang oma. Ia menceritakan bahwa pada peristiwa kerusuhan tahun 1998, ia mengalami langsung kerusuhan serta penjarahan di sepanjang jalan. Ketika gempa melanda kota Yogyakarta, ia juga hampir tidak selamat. Namun, justru karena ia memutuskan untuk pergi dari rumah, ia terhindar dari reruntuhan bangunan.
Nyanyian ziarah Daud merupakan kesaksian iman yang lahir dari pengalamannya diselamatkan oleh Allah. Daud menggambarkan dirinya seperti burung yang terlepas dari jerat penangkap; jerat itu telah putus sehingga ia dapat melarikan diri. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada peristiwa yang terjadi secara kebetulan tanpa campur tangan TUHAN. Semua kejadian yang kita alami tidak pernah lepas dari jangkauan tangan Allah.
Sahabat Senior, kita tidak pernah mengetahui risiko atau bahaya yang mungkin terjadi di depan kita. Bahaya tidak hanya ada di luar rumah; di dalam rumah pun kita dapat mengalami musibah. Namun, yakinlah bahwa Allah, Sang Penolong, senantiasa menjaga dan menolong kita agar terhindar dari bahaya atau kesulitan. Umat Tuhan bukanlah orang-orang yang hidup tanpa masalah atau risiko, tetapi mereka senantiasa mengalami pertolongan dan keselamatan dari Tuhan.
DOA:
Tuhan, terima kasih selalu menjadi Penolong Setia bagi kami. Kami berlindung hanya di dalam kuasa-Mu saja. Amin.
