Pernahkah kamu mengalami penolakan? Mungkin kamu ditolak saat hendak masuk perguruan tinggi favoritmu atau saat melamar pekerjaan. Bagaimana rasanya? Tentu menyakitkan. Tahukah kamu bahwa penemu lampu pijar, Thomas Alva Edison, juga pernah mengalami penolakan? Saat masih kecil, ia dipandang sebagai anak yang bodoh karena terlalu banyak bertanya. Ketika dewasa, idenya untuk menciptakan lampu pijar dianggap tidak realistis dan bodoh oleh para ilmuwan lainnya. Sekalipun ia gagal hingga 1.000 kali, ia tidak menyerah. Pada akhirnya, ia berhasil menciptakan lampu pijar. Kisahnya menunjukkan kemampuan bertahan di tengah penolakan.
Selain Edison, orang-orang Kristen di sepanjang zaman juga pernah mengalami penolakan. Dalam Roma 10:15b—21 dinyatakan bahwa pemberitaan Paulus dan para rasul lainnya tentang Tuhan Yesus ditolak oleh orang-orang Israel. Penolakan ini terjadi bukan karena mereka belum mendengar berita tentang Tuhan Yesus, melainkan karena hati mereka memang tidak mau percaya. Bahkan, kebebalan Israel sudah dinubuatkan sejak zaman Nabi Yesaya. Namun, penolakan mereka tidak pernah menggagalkan rencana Allah. Keselamatan dicurahkan bagi bangsa-bangsa lain yang mencari Kristus. Allah pun tetap dengan sabar mengulurkan tangan-Nya kepada umat Israel.
Youth, penolakan memang menyakitkan. Namun, jangan biarkan hal itu merampas semangatmu. Ingatlah bahwa penolakan hanyalah sebagian dari dinamika hidup. Pandanglah Kristus dan teruslah melakukan apa yang menjadi bagianmu: belajar, bekerja, dan melayani dengan hati yang teguh.
- Mengapa orang Israel tidak percaya dan menolak Tuhan Yesus?
- Pernahkah kamu ditolak? Bagaimana perasaanmu? Bagaimana caramu bangkit?
Pokok Doa: Berdoa bagi orang-orang Kristen yang mengalami penolakan karena imannya.
